Tak Semua yang Berilmu Itu Lebih Baik

✍️ Sirajuddin Qasim 📅 23 Oct 2025 👁️ 252 kali dibaca
Tak Semua yang Berilmu Itu Lebih Baik
<div><span style="font-size: 1rem; -webkit-tap-highlight-color: transparent; -webkit-text-size-adjust: 100%;">Kita sering mendengar ungkapan bahwa ilmu tanpa akhlak tak ada nilainya. Dan memang terkadang, kita mendapati seseorang yang memiliki banyak ilmu syar'i justru terjatuh dalam keburukan perilaku — hingga ilmunya tidak lagi membawa manfaat bagi dirinya.&nbsp;</span><br></div><div><br></div><div>Sebaliknya, ada orang yang belum banyak tahu, tapi hatinya lembut, tutur katanya santun, dan akhlaknya meneduhkan. Mungkin namanya tidak dikenal di majelis-majelis ilmu, tapi Allah memuliakannya karena hiasan akhlak dan kebersihan hatinya.</div><div><br></div><div>Karena itu, ukuran kemuliaan di sisi Allah bukan seberapa tinggi ilmu kita, tetapi sejauh mana ilmu itu membentuk adab dan akhlak kita.&nbsp;</div><div><br></div><div>Tujuan ilmu bukanlah untuk membuat kita merasa lebih tahu, tapi agar hati semakin takut kepada Allah dan lembut kepada sesama.”</div><div><br></div><div>Bencana terbesar adalah ketika dua hal berkumpul dalam diri seseorang: jahil dan tidak berakhlak. Karena pada saat itu, ia kehilangan arah (tak memiliki ilmu yang menuntun), dan tak memiliki akhlak yang menghiasi dirinya.</div><div><br></div><div>Rasulullah ﷺ bersabda:</div><div>“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling baik akhlaknya.”</div><div>(HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah)</div><div><br></div><div><br></div><div>Ust. Sirajuddin Qasim, Lc., M.H.</div><div>( Ketua Komisi Rukyah &amp; Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)<br></div>
Foto Penulis
Sirajuddin Qasim Ketua Komisi Rukyat Dan Falakiyah Lihat Profil Lihat Artikel

Komentar

Login untuk menulis komentar.

Chat WhatsApp