Tak Semua yang Berilmu Itu Lebih Baik

✍️ Sirajuddin Qasim 📅 23 Oct 2025 👁️ 296 kali dibaca
Tak Semua yang Berilmu Itu Lebih Baik
Kita sering mendengar ungkapan bahwa ilmu tanpa akhlak tak ada nilainya. Dan memang terkadang, kita mendapati seseorang yang memiliki banyak ilmu syar'i justru terjatuh dalam keburukan perilaku — hingga ilmunya tidak lagi membawa manfaat bagi dirinya. 

Sebaliknya, ada orang yang belum banyak tahu, tapi hatinya lembut, tutur katanya santun, dan akhlaknya meneduhkan. Mungkin namanya tidak dikenal di majelis-majelis ilmu, tapi Allah memuliakannya karena hiasan akhlak dan kebersihan hatinya.

Karena itu, ukuran kemuliaan di sisi Allah bukan seberapa tinggi ilmu kita, tetapi sejauh mana ilmu itu membentuk adab dan akhlak kita. 

Tujuan ilmu bukanlah untuk membuat kita merasa lebih tahu, tapi agar hati semakin takut kepada Allah dan lembut kepada sesama.”

Bencana terbesar adalah ketika dua hal berkumpul dalam diri seseorang: jahil dan tidak berakhlak. Karena pada saat itu, ia kehilangan arah (tak memiliki ilmu yang menuntun), dan tak memiliki akhlak yang menghiasi dirinya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling baik akhlaknya.”
(HR. at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah)


Ust. Sirajuddin Qasim, Lc., M.H.
( Ketua Komisi Rukyah & Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)
Foto Sirajuddin Qasim
Sirajuddin Qasim Ketua Komisi Rukyat Dan Falakiyah Lihat Profil Lihat Artikel

Komentar

Silakan login untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Chat WhatsApp